Rabu, 15 Juni 2011

Tablet Nexian Genius Diserbu Pecinta Gadget


Tablet Nexian Genius Diserbu Pecinta 
Gadget
Tablet Nexian Genius seharga 2 jutaan.
RABU, 8 JUNI 2011, 17:48 WIB
Ririn Aprilia
VIVAnews - Nexian kembali menunjukkan eksistensinya yang nyata dalam meluncurkan produk smartphone yang sekarang sedang marak di bicarakan.
Dalam perkembangan dunia telekomunikasi,platform untuk Operating System Android bukan hal baru lagi. Perkembangan teknologi yang begitu cepat membuat Operating System yang di rilis oleh Google ini mendapat sambutan yang sangat antusias dikalangan gadget minded.
Platform Android yang sekarang banyak diadopsi ke smartphone ini disebut Android 2.2 Froyo yang banyak menjanjikan peningkatan kemampuan dan juga tentunya fitur-fitur terbaru,

Nexian melihat perkembangan ini sebagai sebuah tantangan untuk menghadirkan platform Android 2.2 Froyo ini sebagai bentuk inovasi terbaru bagi produk yang memang di siapkan untuk konsumen Nexian yang mengingingkan produk berkualitas dengan harga yang terjangkau.
Tidak salah jika produk-produk yang ditawarkan tersebut menjadi perbincangan di kancah penggemar ponsel pintar bahkan menjadi Tablet Nexian Genius yang paling diburu para pecinta gadget.Karena dibandrol dengan  harga Rp2 jutaan.
Android memang sedang menjadi trend dikalangan pengguna ponsel di Indonesia bahkan di dunia, untuk itu kami terus meningkatkan kualitas produk yang berbasis platform Androidini.Kami meluncurkan 3 produk terbaru Nexian dengan menggunakan platform Operating System Android dengan versi Android 2.2 Froyo, " ujar Martono Jaya Kusuma selaku CEO – Selular Group.
Menurut Martono, Platform Android ini ditanamkan pada Tablet Nexian Genius dan 2 Seriesterbaru Nexian Journey yang disebut Cosmic Jouney, Ultra Journey. Nexian selalu memberikan inovasi untuk setiap produk yang diluncurkan, untuk itu Cosmic Journey danUltra Journey tampil dengan Android dual simcard yang menggunakan procesor keluaranQualcomm dan pastinya dengan keunggulan-keunggulan lain yang dimiliki ke tiga produk Nexian ini ujar Martono.
Ketiga produk terbaru Nexian ini memang sudah dirancang dengan peningkatan kemampuan dan kualitas mulai dari operating system Android 2.2 Froyo, procesor/chipset powered by Qualcomm, teknologi wifi dengan koneksi sampai 3.5G.
Tidak hanya itu, preloaded aplikasi juga sudah di siapkan untuk kemudahan berinteraksi menggunakan smartphone Nexian ini.
Keunggulan ke 3 produk Nexian ini juga dilengkapi dengan LCD Screen Multitouch Capacitivedimana layar sentuh yang di siapkan dapat berinteraksi dengan panas jari dan penggunaan 2 jari untuk zoom in dan zoom out.
Untuk Tablet Nexian Genius, LCD yang diusung Nexian berukuran 7” LCD Screen Multitouch Capacitive dengan fasilitas Connectivity 3.5G. Yang lebih seru di Nexian Journey Seriesterdapat satu fitur yang dapat memungkinkan handset digunakan sebagai portable hotspot (modem) yang di sebut fitur Tethering & Portable Hotspot. 

Nexian memang selalu terkenal dengan aplikasi-aplikasi penunjang yang sudah di preloaded langsung di setiap ponsel Nexian, selain aplikasi-aplikasi yang memang merupakan keunggulan dan sudah menjadi bagian dari Operating System Android ini seperti : Android Market, Google Map, Google Search, Gmail.
Preloaded aplikasi tambahan Nexian tersebut diantaranya : Aplikasi News berupa portal (Kompas, Detik, Bisnis Indonesia, Bintang Indonesia dan Tempo, kapanlagi), untuk aplikasi social media Nexian juga sudah menambahkan preloaded Aplikasi Facebook dan Foursquare. Khusus untuk Tablet Nexian Genius dilengkapi dengan Opera Mini.
Jadi tunggu apalagi buruan dapatkan produk teranyar dari Nexian. (WEBTORIAL)
• VIVAnews

2050, Jakarta Seperti New York?


2050, Jakarta Seperti New York?
"Jakarta memiliki potensi menjadi seimbang dengan kota-kota metropolis lainnya di dunia."
RABU, 15 JUNI 2011, 19:12 WIB
Muhammad Hasits, Dwifantya Aquina
VIVAnews - Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo berambisi menjadikan kota Jakarta sebagai kota metropolitan kelas dunia dari Asia pada abad 21. Setelah pada abad 19, Paris menjadi kota metropolitan kelas dunia di abad 19, dan New York pada abad 20, maka banyak pihak yang percaya Jakarta merupakan ibukota selanjutnya yang berada di posisi tersebut.

Untuk mewujudkannya, kemudian dibentuk Proyek Inisiatif Jakarta 21 (The Jakarta 21 Initiative). Tujuan Proyek Inisiatif Jakarta 21 yaitu memberikan saran strategis pada prioritas pembangunan untuk ibu kota Indonesia.

Deputy Chief of Mission of The Federal Republic of Germany, Jeidrun Tempel, mengatakan untuk melakukan hal ini, Jakarta harus mengacu kepada kota-kota kelas dunia seperti Paris dan New York, berlabel ibukota abad 19 dan 20, terutama mengacu pada kota-kota di Asia. Dasar ini memberikan latar belakang untuk melakukan analisa perencanaan strategis, dan membentuk dasar pengusulan arah yang paling cocok untuk pengembangan masa depan Jakarta. Sasaran proyek ini yaitu menuju kelas dunia yang berkelanjutan, dan kota metropolitan yang berorientasi transit.

"Jakarta memiliki potensi menjadi seimbang dengan kota-kota metropolis lainnya di dunia pada tahun 2050. Ini bukan hanya visi, melainkan pandangan yang menjanjikan jika langkah-langkah yang diusulkan oleh Jakarta 21 diwujudkan,” ujar Heidrun dalam acara Simposium Jakarta 21 di Jakarta, Rabu, 15 Juni 2011.

Selama dua tahun setelah tanggal kesepakatan dimulainya proyek tersebut, Indonesia dan ahli tata kota, arsitek, ahli ekonomi dari Jerman, bertemu untuk membicarakan perkembangan final proyek tersebut. Rekomendasi dan temuan yang ditemukan antara lain, sekitar 1,5 persen Produk Domestik Bruto Nasional harus dikeluarkan setiap tahunnya untuk mengembangkan Jakarta ke kota metropolitan kelas dunia berorientasi transit.
Memang, angka tersebut tidak hanya digunakan untuk pembangunan Jakarta saja, tetapi lebih dari sepertiga atau sekitar 38 persen digunakan pengembangan infrastruktur transportasi untuk daerah pedalaman Jakarta dan Jawa, termasuk pelabuhan, bandara, rel dan jalan.

Sementara itu, menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah DKI Jakarta, Sarwo Handayani, Jakarta menyambut baik saran dari Inisiatif Jakarta 21 dan dukungan yang diberikan.

"Kami akan mempertimbangkan hasil kontribusi ini untuk perencanaan pembangunan jangka panjang dan strategis kota serta pelaksanaan rencana pembangunan berorientasi transit," ujarnya. (umi)
• VIVAnews